Apa yang RIM perlu pelajari dari Microsoft

Belakangan ini, saya berpikir mengapa BlackBerry semakin tergerus iPhone & Android, padahal OS6 dan OS7 hadir dengan tampilan yang seindah iPhone & Android. Fiturnya pun tidak bisa dikatakan minim. Prosesor 600 MHz keatas, memori 256 MB keatas, kamera 5MP, WiFi, Bluetooth, layar sentuh, setidaknya bisa bersaing dengan Android kelas menengah kebawah.

Lalu, saya mencoba BlackBerry Torch 9800 yang tidak lagi mahal. Torch menggunakan OS6, dan termasuk tipe termahal. Saya berpikir bahwa Torch 9800 akan menjawab pertanyaan saya.

Sebagai mantan pengguna Windows Mobile (HTC Touch Pro), saya akhirnya sadar bahwa BlackBerry yang ada sekarang ini tak ubahnya Windows Mobile. Tidak heran memang karena keduanya memang lahir dengan latar belakang yang sama. Yang benar-benar membuat saya kesal adalah seringnya terjadi ‘busy’ yang ditandai dengan adanya ikon yang berputar ditengah. Parahnya, saat itu terjadi, yang anda bisa lakukan hanya menunggu. Bagi anda yang setidaknya pernah menggunakan Windows Mobile pasti menyadari ini, dan sering merasa kesal karena ini. Bermain ke AppWorld (ekuivalen dengan AppStore, Market, atau Marketplace) untuk mengambil 3 aplikasi sudah membuat saya kesal karena seringnya ‘busy’ itu. Tampaknya AppWorld (dan BlackBerry) dibuat untuk anda yang sabar, anda tidak bisa mengambil aplikasi di AppWorld layaknya di AppStore atau Market, sebaiknya tunggu satu aplikasi selesai terinstal, baru lanjukan mengambil aplikasi lain. Tak heran jika hanya sedikit sekali aplikasi yang tersedia di AppWorld, saya yakin jarang pengguna yang menginstal lebih dari 3 aplikasi dalam sehari. Saya sendiri juga sempat menggunakan Android (Samsung Galaxy S Captivate), dan menginstal aplikasi secara terus menerus tidak akan membuat saya frustasi.

Microsoft sudah menyadari hal itu 2-3 tahun lalu, dan membuat Windows Phone 7 yang dibangun diatas dasar baru agar mampu bersaing dengan Android & iPhone, sementara RIM tetap ngotot mengembangkan BB OS-nya. BB10 atau BBX yang berbasis QNX memang sedang dikembangkan, tetapi saya menilai RIM sangat lambat, BB10/BBX akan hadir disaat Android sudah merajalela, dan konsumen loyal RIM tinggal sedikit, dan mengembalikan konsumen ke RIM akan menjadi sangat sulit, apalagi perkembangan telepon genggam Android yang semakin hari semakin cepat saja. Seperti yang kita lihat, Windows Phone 7 hadir terlambat sedikit saja, dan sekarang Microsoft sedang berusaha setengah mati untuk menjaring pangsa pasar, padahal sebelumnya Windows Mobile mendominasi. Itu menunjukkan bahwa konsumen bergerak cepat, sebentar saja suatu produk disalip oleh produk lainnya, maka konsumen dengan mudahnya akan pindah. Melihat kenyataan itu, saya tidak bisa menjamin eksistensi BlackBerry di dunia internasional. Untuk di Indonesia, hmm, saya yakin BlackBerry masih akan hidup hingga 2-3 tahun kedepan, walaupun tidak sepopuler sekarang.

Tidak ada lagi yang menginginkan Windows Mobile sekarang, begitupula dengan BB OS. Yang perlu dilakukan RIM adalah menyiapkan BB10/BBX secepatnya sebelum terlambat, seperti halnya Microsoft dengan Windows Phone 7. Masih ada harapan, yang harus diikuti dengan kerja keras dan strategi yang matang.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s